Misteri Codex Gigas: Kitab Raksasa yang Diduga Ditulis dengan Bantuan Iblis

  • Whatsapp
Misteri Codex Gigas: Kitab Raksasa yang Diduga Ditulis dengan Bantuan Iblis

Medan – Dunia perbukuan menyimpan misteri yang mencengangkan. Codex Gigas, yang dikenal sebagai Kitab Suci Setan, adalah manuskrip abad pertengahan terbesar di dunia dan penuh dengan legenda.

Berbeda dari kitab pada umumnya, Codex Gigas memiliki dimensi raksasa. Bayangkan, manuskrip ini memiliki panjang 92 cm, lebar 50 cm, dan ketebalan 22 cm! Tak heran beratnya mencapai 74,8 kg.

Diperkirakan, untuk membuatnya dibutuhkan kulit sekitar 160 keledai atau anak sapi. Isinya pun tak main-main, membentang seluas 142,6 m2 dengan 310 lembar perkamen.

Codex Gigas tak hanya berisi teks keagamaan. Para peneliti menemukan isinya yang sangat komprehensif, mencakup sejarah, sains, dan tentunya keagamaan.

Bahkan, seluruh Alkitab Vulgata, karya sejarah karya Josephus, buku-buku mistis, dan kalender astronomi turut termuat di dalamnya. Tak lupa, ilustrasi rumit dan indah menghiasi manuskrip ini, termasuk gambar malaikat, iblis, dan hewan fantastis.

Ilustrasi yang paling menarik perhatian adalah gambar setan berukuran halaman penuh. Kontras dengan tema lainnya, gambar inilah yang membuat Codex Gigas mendapat julukan “Kitab Suci Setan”.

Legenda Penciptaan Codex Gigas

Asal-usul Codex Gigas tak kalah menarik dari isinya. Legenda yang beredar menyebutkan bahwa manuskrip ini ditulis oleh seorang biarawan yang tengah dihukum.

Untuk menyelamatkan jiwanya, ia nekat berjanji menyalin seluruh Alkitab dalam semalam! Namun karena tak mungkin manusia sanggup melakukannya, ia meminta bantuan iblis. Konon, iblis-lah yang menyelesaikan penulisan dengan imbalan jiwa sang biarawan.

Misteri yang Belum Terpecahkan

Hingga saat ini, misteri seputar Codex Gigas belum sepenuhnya terungkap.

  • Siapa Penulis Sebenarnya? Identitas biarawan yang menulis Codex Gigas masih menjadi perdebatan. Beberapa peneliti menduga ia adalah Herman Inclusus, biarawan dari biara Podlažice, Bohemia pada awal abad ke-13.
  • Bagaimana Bisa Secepat Itu? Sulit dibayangkan bagaimana seseorang bisa menulis dan mengilustrasi manuskrip sebesar Codex Gigas dalam waktu singkat. Mungkinkah legenda tentang bantuan iblis ada benarnya?
  • Makna di Balik Gambar Iblis? Gambar iblis yang mencolok tersebut memunculkan pertanyaan mengenai maknanya. Apakah menggambarkan kekuatan jahat yang menggoda biarawan, atau justru peringatan atas dosa?
  • Di Mana Codex Gigas Sekarang? Saat ini, Codex Gigas disimpan dengan baik di Perpustakaan Nasional Swedia, Stockholm. Manuskrip ini tak hanya menjadi objek penelitian, tapi juga obyek kekaguman atas keindahan dan misteri yang dimilikinya.

Codex Gigas adalah warisan luar biasa dari Abad Pertengahan. Tak hanya menjadi jendela ke budaya, agama, dan seni pada masa itu, Codex Gigas juga terus menggelitik rasa ingin tahu dengan misteri yang belum terpecahkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *